KOTAMETRO, PENAEKSPRES.COM – Kerja keras Pemerintah Kota Metro melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) membuahkan hasil membanggakan. Ini menyusul diraihnya penghargaan Juara I TPID tingkat kabupaten/kota wilayah Sumatera yang diberikan melalui ajang bergengsi TPID Award 2026.
Di mana penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026, pada Kamis
24 September 2026.
Karenanya dalam memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemkot Metro menerapkan strategi 4K, antara lain keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Demikian disampaikan Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) TPID Kota Metro yang digelar di OR Setda Kota Metro, pada Rabu 30 September 2026.
Ia mengatakan, bahwa pengendalian inflasi tidak semata-mata berkaitan dengan indikator ekonomi, tetapi memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Ini terutama kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dan mempertahankan daya beli.
“Pengendalian inflasi ini merupakan tanggung jawab bersama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu terus memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” katanya.
Terlebih menurut Bambang, keberhasilan Kota Metro meraih penghargaan TPID Kota Berkinerja Terbaik Wilayah Sumatera Tahun 2026, merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang selama ini berperan dalam pengendalian inflasi daerah.
“Atas capaian itu saya sebagai Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada TPID Kota Metro, Forkopimda, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, BPS, Bulog, seluruh perangkat daerah, camat, lurah, hingga masyarakat Kota Metro yang turut mendukung berbagai kebijakan pengendalian inflasi,” tuturnya.

Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan alasan untuk mengendurkan upaya pengendalian harga. Namun sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi dorongan untuk memperkuat strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
“Penghargaan ini tentunya bukanlah akhir, melainkan motivasi untuk terus memperbaiki strategi 4K. Yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” paparnya.
Ia menambahkan, berbagai instrumen pengendalian inflasi yang selama ini telah dijalankan perlu terus diperkuat. Adapun langkah tersebut dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah, inspeksi mendadak pasar, kerja sama antardaerah, gerakan menanam, serta rapat koordinasi TPID.
Sementara itu, memasuki penghujung September hingga periode Natal dan Tahun Baru, ia meminta seluruh unsur TPID meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga, terutama komoditas pangan strategis.

Diakuinya bahwa, pemantauan harga dan stok, menurutnya, harus dilakukan secara berkala agar pemerintah dapat merespons perubahan kondisi pasar secara lebih cepat. Operasi pasar serta kerja sama dengan daerah penghasil komoditas pangan juga perlu diperkuat sebagai bagian dari langkah antisipatif.
“Nah kita tentunya juga perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Harga yang stabil harus tetap memberikan insentif yang wajar bagi petani atau produsen dan pelaku usaha. Ini sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang senantiasa terjangkau,” ungkapnya.
Bambang juga menilai peningkatan aktivitas masyarakat di Kota Metro, khususnya pada akhir pekan, perlu menjadi bagian dari perhatian TPID. Peningkatan mobilitas tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi dan pertumbuhan UMKM, tetapi pada saat yang sama dapat meningkatkan permintaan terhadap komoditas pangan.
Karena itu, peningkatan permintaan perlu diimbangi dengan kepastian pasokan agar pertumbuhan aktivitas ekonomi tidak menciptakan tekanan baru terhadap harga pangan.
“Dengan semangat kolaborasi, sinergi dan kerja berbasis data, saya optimis Kota Metro dapat terus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” tukasnya.(ADV)
