KOTA METRO, PENAEKSPRES.COM – Pemerintah Kota Metro menggelar Pelantikan Tim Literasi Kota Metro, Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan, serta Pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kota Metro Tahun 2026 di Ruang Auditorium UIN Jurai Siwo Lampung, pada Rabu (25/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat komitmen bersama membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Bumi Sai Wawai.
Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I. dalam sambutannya arahannya, menyampaikan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Kota Metro sebagai Kota Pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat,” tegas Bambang.
Ia menyebut pengukuhan Bunda Literasi, Tim Literasi, dan IPI bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk menggerakkan budaya literasi dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
Menurutnya, peran Bunda Literasi sangat strategis sebagai penggerak dan inspirator dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini. Sebagai Wali Kota Metro, ia juga menekankan pentingnya peran Tim Literasi sebagai motor penggerak program berbasis komunitas serta IPI dalam memperkuat profesionalisme pustakawan.
“Saya berharap akan lahir berbagai program kreatif dan berkelanjutan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa literasi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, dan keluarga.
Di akhir sambutannya, Wali Kota mengucapkan selamat kepada seluruh Bunda Literasi, Tim Literasi, dan Pengurus IPI yang telah dikukuhkan, seraya mengajak semua pihak menjadikan literasi sebagai gerakan nyata demi kemajuan dan daya saing Kota Metro
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro, Dra. Farida, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung gerakan literasi daerah.
Farida menjelaskan bahwa di era transformasi digital saat ini masyarakat dituntut memiliki kecakapan literasi yang lebih luas, termasuk literasi informasi dan literasi digital.
“Diperlukan upaya yang terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk membangun budaya literasi di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, hingga komunitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah, dan salah satu indikator pentingnya adalah tingkat literasi masyarakat.
Menurutnya, Kota Metro dengan visi “Metro Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius” memiliki potensi besar dalam pengembangan gerakan literasi.
Namun demikian, Farida menegaskan bahwa penguatan ekosistem literasi membutuhkan peran aktif pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, dan keluarga.
Farida juga menyebut keberadaan Bunda Literasi di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan sangat strategis dalam menumbuhkan budaya baca sejak usia dini hingga masyarakat umum.
“Bunda Literasi diharapkan menjadi figur penggerak, inspirator, sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *